Pidato Anies soal Kata Pribumi tak ada larangan
Jakarta – Tidak ada yang salah ketika Anies Baswedan menyebut PRIBUMI dalam pidatonya.
Sesuai dengan lintasan kebenaran perjalanan sejarah bangsa Indonesia, pribumi itu terdiri atas orang-orang Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain dari seluruh dunia yang sudah menetap dan beranak-pinak serta bersepakat dengan menyatakan Sumpah Pemuda sebelum NKRI dibentuk pada tanggal 18 Agustus 1945.
Jadi, apa salah Anies Baswedan ketika menyebutkan istilah pribumi?
Sebelumnya, Anies dalam pidatonya menyebutkan bahwa dirinya ingin merubah pola pikir warga DKI jakarta.
“Dengan segala sumber daya yang dimiliki sudah sepatutnya setiap warga merasakan diri menjadi pemilik untuk mengembangkan Ibu Kota. Bukan warga asing yang notabene hanya ingin menikmati lahan-lahan yang bisa menghasilkan pundi-pundi uang”Kata Anies dalam pidatonya
Anies melanjutkan, Kita semua pribumi ditindak, dikalahkan, kini saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri Indonesia. Di Jakarta, bagi orang Jakarta, yang namanya kolonialisme itu di depan mata. Oleh karenanya, kata Anies, setiap warga Jakarta baik yang mendukungnya ataupun tidak harus bersatu memerangi yang namanya kolonialisme tersebut. Selanjutnya, ia berjanji akan memberikan kebijakan yang mewakili keadilan rakyat seperti yang tertuang dalam sila ke lima Pancasila.
“Kita bukan membangun negara untuk sekelompok orang. Bukan untuk bangsawan, orang kaya, karena itu pengambilan kebijakan harus berdasarkan keadilan sosial,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
(Ketum Partai Priboemi)
Click to comment
Post a Comment