Lima Tahun Mengurus Akte, Nanya Ke Kades Malah Diancam
Mendo Barat — Perilaku tidak terpuji masih saja banyak ditunjukkan oleh aparatur pemerintahan daerah.
Demi mempertahankan gengsi atau atas nama dirinya pejabat, Kades Mendo-menurut keterangan sumber- bahkan rela mengancam warganya sendiri.
Kedekak (50 tahun), warga Desa Mendo, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung menuturkan pada media ini, kisah berawal saat dirinya 5 tahun yang lalu mengurus akte kelahiran serta surat nikah pada Kades Mendo, Masri. ” Aok pak ,ku sebener e cuma urus due surat ya lah pak, duit lah diambik 400 ribu tapi gawe dag beres, asak ditanya jorang marah, ngempes barang ( Iya pak, saya sebenarnya cuma mengurus dua surat itulah, duit sudah diambil 400 ribu, tapi kerja tidak becus, asal ditanya dia marah, banting barang), ” katanya, dengan logat daerah yang kental, Senin, 06/11.
Kedekak menambahkan, jika saja pihak Aparat Desa, terutama Kades mau sedikit memahami kesulitan dirinya soal kebutuhan akan surat-surat tadi, misalnya dengan menyambut dirinya secara baik, maka ia dan keluarganya, akan cukup berterima kasih. ” Bayangkan pak, sampe sekeluarga menagih janji Pak Kades, istri saya, kemudian anak saya,” imbuhnya lagi.
Sementara itu, Sekda Pemkab Bangka, Fery Insani, saat dikonfirmasi soal ini menyatakan memang baru mendengar hal tersebut, dan berjanji akan segera kroscek ke yang bersangkutan. ” Oiya siapa namanya tadi? Kades Mendo? Iya nanti kita tanyakan pada yang bersangkutan ya pak,” katanya singkat, lewat sambungan ponsel.
Di sisi lain, tindakan kurang terpuji justru ditunjukkan oleh Kades Mendo, Masri, saat dikonfirmasi via sambungan seluler, telepon yang masuk di-reject dan ketika kembali dihubungi terdengar nada tidak aktif. (LH)
Click to comment
Post a Comment