Raja Salman Dukung Palestina, Bin Salman Dukung Trump?
Eramuslim – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah menegaskan kembali komitmen kerajaan atas sebuah negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, lansir Aljazeera, Kamis (14/12).
Ini adalah posisi resmi kerajaan Saudi atas keputusan Trump. Keputusan AS memicu gelombang protes dari dunia Arab dan Islam.
Namun, menurut Reuters, Mohammed bin Salman anak dari Raja Salman, dikatakan oleh penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner, malah mendukung keputusan Donald Trump, dan telah mempresentasikan rencana Amerika untuk perdamaian di Timur Tengah kepada presiden Palestina, Mahmud Abbas.

Pejabat dari Arab Saudi dan Zionis-Israel dilaporkan telah bertemu dan beberapa pertemuan serupa terus diperpanjang.
Bulan lalu, Menteri Komunikasi Zionis-Israel Ayoub Kara mengundang Mufti Arab Saudi al-Syeikh Abdul Aziz untuk mengunjungi wilayah Palestina yang dijajah Zionis-Israel. Beberapa hari kemudian, kepala staf Zionis-Israel Gadi Eizenkot memberikan wawancara resmi pertama kepada media Saudi, Elaph, mengatakan bahwa Zionis-Israel siap untuk berbagi info intelijen dengan Arab Saudi.
Meskipun Arab Saudi tidak secara resmi mempertahankan hubungan diplomatik dengan Israel, perkembangan terakhir tampaknya telah mendorong Riyadh dan Tel Aviv untuk bekerja sama.
Sayang, sumber-sumber media Saudi sejauh ini belum memberikan respon atas pemberitaan dari corong media Yahudi tersebut. Atau jangan-jangan media-media Zionis memang tengah memecah-belah keluarga kerajaan atau memecah-belah umat Islam dengan framing pemberitaannya. Untuk itulah, Saudi terutama pihak kerajaan dinantikan penegasan sikapnya terkait berita-berita yang berkembang di dunia Islam. (Ji/Ram)
loading...
Post a Comment