Aparat Pengawal Tambang Tembak Warga di Laonti

Sarman, Warga Desa Tue Tue yang tertembak dibagian paha. Korban terpaksa dilarikan ke RSUD Bahteramas.

KENDARIPOS.CO.ID — Sarman (35) warga Desa Tue Tue Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban penembakan diduga dilakukan oknum aparat pengawal tambang PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), Minggu (14/1/2017).

“Benar ada demonstrasi penolakan tambang dan ada warga yang terkena tembakan. Saya juga kaget dan masih mencari informasi lebih detail kenapa warga saya bisa tertembak,” ujar Kepala Desa Tue Tue, Sutrawati, S, Pd saat dihubungi Kendari Pos, Minggu (14/1) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kendari Pos, kejadian itu bermula ketika warga berunjukrasa menolak kehadiran perusahaan penambang karena adanya konflik lahan. Hal ini juga buntut tiga kali pertemuan antara warga dan pihak perusahaan belum ada kesepakatan karena harga lahan yang ditawarkan tidak sesuai alias terlalu murah.

Warga yang mulai geram akhirnya melakukan demonstrasi Minggu (14/1) pagi. Mereka menghadang kapal tongkang perusahaan tambang yang memuat alat berat yang dikawal puluhan aparat. Hal itu langsung memicu ketegangan karena petugas meminta warga tidak menghalangi atau melakukan penolakan.

Nah tidak terima dengan hal tersebut warga tetap unjukrasa bahkan menutup akses kapal tongkang menggunakan perahu di seputaran pulau Cempedak.

Aksi itu membuat aparat pengawal tambang melakukan penembakan secara membabi buta dari atas kapal tongkang dan mengenai seorang warga, Sarman, tepat dibagian paha. Sebutir peluru yang bersarang membuat korban mengerang kesakitan dan harus dilarikan ke RSUD Bahteramas.

Sementara itu, Kapolres Konsel AKBP Andi Hamka Mappaita SH yang coba dikonfirmasi mengatakan masih menunggu informasi resmi terkait kejadian tersebut. “Belum, belum dapat informasi,” ucapnya saat dihubungi melalui telepon selulernya. (kam)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.