Penasehat Trump berupaya mencegah peluncuran buku Bannon

Para penasehat hukum Presiden Donald Trump berupaya untuk menghentikan peluncuran buku yang berisi tubuhan buruk tentang pemerintahannya.

Fire and Fury: Inside the Trump White House rencananya akan dirilis pada Selasa (09/12).

Buku tersebut mengutip salah satu staf utama Trump, Steve Bannon, yang menggambarkan pertemuan dengan sekelompok warga Rusia sebagai 'bernunasa makar'.

Selain itu, buku juga mempertanyakan kebugaran Trump untuk menadi presiden, laporan-lrapoan tentang istrinya yang menangis pada malam hari saat pemungutan suara dan Ivanka Trumo yang punya ambisi menjadi presiden.

10 temuan heboh dalam buku baru mengenai Donald Trump Tahukah Anda, Presiden Trump 'takut dengan tangga?' Trump dan Twitter, sejarah seorang pria dan 'media'-nya

Gedung Putih mempertanyakan akurasi buku itu. Sebelumnya Trump mengatakan Bannon -yang dipecat pada bulan Agustus lalu- 'kehilangan akal' setelah tidak mendapat posisi lagi di Gedung Putih.

Salah satu pernyataan yang menggemparkan adalah ketika Bannon -saat merujuk pertemuan di Menara Trump antara para pejabat tinggi kampanye dengan warga Rusia- mengatakan. "Mereka akan menghancurkan Don Junior (Donald Trump Jr) seperti telor di TV nasional."

Pertemuan -yang melibatkan putra tertua Trump, Donald Trump Jr- kini sedang diselidiki oleh Jaksa Khusus Robert Mueller sebagai bagian dari pemeriksaan tentang kemungkinan kolusi antara para pejabat kampanye Trump dengan warga Rusia untuk meraih kemenangan dalam pemilihan presiden 2016.

Trump membantah keras terjadi kolusi.

Dalam acaranya di Radio Breitbart, Rabu (03/01), Bannon menanggapi kritik presiden dengan menyebut dia 'adalah pria yang hebat' dan mendukungnya 'dari hari ke hari'.

Setelah bertemu dengan para senatir dari Partai Republik, Kamis (04/01) untuk membahas

After the president met Republican senators in the Oval Office to discuss immigration on Thursday, a reporter asked Mr Trump if his former strategist had betrayed him. He responded: "I don't know, he called me a great man last night so he obviously changed his tune pretty quick."

Benarkah Donald Trump punya tombol nuklir?

Kesehatan mental Trump, apa yang diperdebatkan?

Bekas manajer kampanye Trump 'sembunyikan' dana rahasia dari pro Rusia

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.